LOADING

Type to search

Health and Beauty News

Waspada 4 Bahaya Ini Mengintai Anak Milenial

SerpongMania October 16, 2018
Share

Serpongku.com – Info Serpong dan Sekitarnya – Masalahnya, tidak sedikit anak muda yang nggak sadar terhadap bahaya ini, Perkembangan teknologi yang membuat segala sesuatu dapat didapat dengan gampang membuat banyak anak muda yang jadi malas alias bahasa gaulnya “mager”.

Bayangkan deh, dulunya yang mesti keluar rumah untuk melakukan pembelian makan, kini tinggal pesan saja via ojek online yang dapat dikirim sampai ke depan pintu rumah. Dulu kalo mau melakukan pembelian barang harus ke toko atau mall, kini tinggal beli lewat situs e-commerce.

Statistik dari e-Marketer, mengindikasikan kalo Indonesia jadi urutan ke-6 pemakai internet terbanyak di dunia dengan total transaksi mencapai 69,8 triliun di 2016, dan prediksi mencapai 144 triliun di tahun 2018 ini. Namun, meskipun punya banyak keuntungan, ternyata pada yang tidak sadar kalo ternyata “dimudahkannya” hidup ini memiliki efek samping yang sama bahayanya, terutama para anak muda yang merasa kondisi kesehatannya baik-baik saja. Berikut ini 4 penyakit yang mesti kamu waspadai sebagai anak milenial!

Anak Milenial Beresiko Terkena Penyakit “Kurang Aktif”

Karena asyik dengan “dunia”nya, anak-anak muda jadi malas dan tidak cukup beraktivitas. Berdasarkan keterangan dari Nadia Octavia dari Klik Dokter, tidak cukup bergerak ini yang mengakibatkan tubuh lebih sedikit membakar kalori dan memicu bertambahnya berat badan. Semakin sedikit kegiatan seseorang, maka semakin tinggi resiko kenaikan berat badan dan terpapar penyakit lainnya.

Anak Milenial Cenderung Mengalami Kenaikan Berat Badan dan Menderita Obesitas.

Karena gaya hidup yang terlampau “dimanjakan” deretan teknologi yang dapat menghadirkan kebutuhan secara instan, anak-anak muda cenderung malas dan mempengaruhi selera mereka dalam memilih makanan. Hadirnya banyak restoran cepat saji di sekitar rumah serta fasilitas untuk menemukan makanan membuat anak-anak muda ini menjadi obesitas sebab mengkonsumsi makanan cepat saji yang punya kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi. Berdasarkan keterangan dari Nadia Octavia, makanan yang praktis dan cepat saji lebih digemari ketimbang harus memasaknya sendiri. Ribet, demikian alasannya.

Selain itu, Dampak Pada Sulitnya Mereka Untuk Bersosialisasi

Bagi anak-anak milenial, jumlah likes maupun followers di media sosial mereka jauh lebih lebih daripada hubungan langsung dengan orang lain di kehidupan nyata. Ini ialah dampak negatif dari teknologi saat ini. Makanya, nggak heran kalo mereka dianggap generasi yang individualistik, dan bahayanya ialah kesulitan bersosialisasi dengan orang lain secara langsung, yang dapat berujung pada kesepian dan gangguan mental serta depresi berat.

Timbulnya Bullying, Baik Secara Langsung Maupun Di Media Social

Akhirnya, sebab kesulitan berorganisasi serta mempunyai tubuh yang tidak cukup proporsional, nggak sedikit yang merasakan bullying baik secara langsung atau bahkan melewati media internet. Berdasarkan keterangan dari data dari Kemsos, angka bullying tiap tahunnya semakin naik dan bahkan 40% permasalahan bunuh diri pada anak muda di Indonesia diakibatkan oleh bullying.

 

Nah, makanya setelah anda baca tulisan ini, udah sadar kan terhadap bahaya kalo anda jadi generasi milenial yang individualistik seperti yang udah diterangkan tadi? Atau anda udah mengalami sejumlah “penyakit” di atas? Semoga dapat mencerahkan demi masa depan generasi milenial di Indonesia yang lebih baik ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *