LOADING

Type to search

News

Trade Expo Indonesia 2018 Dibuka, Transaksi Rp 22,5 T Ditargetkan Tercapai

suryachristian October 25, 2018
Share

Serpongku.com – Info Serpong – Presiden Joko Widodo dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita resmi membuka acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada Rabu (24/10).

TEI 2018

Photo Source: kemendag.go.id

Mengusung tema “Creating Products for Global Opportunities” pada TEI 2018, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yakin Indonesia sudah siap menjadi partner penyedia produk-produk berdaya saing yang bersungguh-sungguh untuk dunia usaha global di kancah perdagangan dunia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan nilai transaksi TEI 2018 sebesar USD 1,5 miliar atau setara Rp 22,3 triliun (kurs Rp15.000 per USD).

“Fokus utama TEl ialah transaksi bisnis-ke-bisnis yang mempunyai sifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Tujuan penyelenggaraan TEI ialah untuk menambah ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional,” ungkap Enggar di ICE BSD Tangerang, Rabu (24/10).

Selama penyelenggaraan TEI, Enggar menuturkan telah terlaksana sekitar 68 penandatanganan kontrak dagang pembelian. Kontrak dagang itu berasal dari Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Belgia, Perancis/Austria, RRT, Belanda, Spanyol, Meksiko, Thailand, Chile, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Inggris, Jerman, Mesir, Nigeria, ltalia, Hong Kong, Taipei, UAE, lrak, dan Jepang.

Adapun, estimasi total nilai kontrak dagang katanya ialah sekitar USD 5,19 miliar yang terdiri dari transaksi perdagangan sebesar USD 513,97 juta dan investasi sebesar USD 4,68 miliar.

“Nilai ini tentunya bakal terus meningkat pada saat penyelenggaraan, bahkan sesudah TEI,” ujarnya.
Sementara, Ia menyebut sampai tanggal 23 Oktober 2018 sudah terdaftar 8.313 buyers dari 124 negara. Sepuluh negara dengan jumlah buyer tertinggi di samping Indonesia ialah Nigeria, Malaysia, RRT, Jepang, India, Saudi Arabia, Thailand, Australia, Afghanistan, dan Pakistan.
”Hingga 22 Oktober 2018 sudah ada 7.127 permintaan terhadap produk Indonesia pada TEI 2018. Permintaan terbesar sejauh ini ialah untuk produk makanan dan minuman, produk fesyen dan gaya hidup serta kecantikan, produk manufaktur dan jasa, produk furnitur perabotan, dan furnitur taman,” urainya.

Enggar menekankan, TEI tahun ini sangat konsentrasi mendatangkan buyer mancanegara. Untuk itu, Kemendag berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri melewati 132 kantor perwakilan RI di luar negeri, 22 atase perdagangan, 18 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, serta 1 Konsul Perdagangan maupun Kadin negara-negara sahabat dalam menyebarluaskan informasi di mancanegara mengenai penyelenggaraan TEI 2018.

Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi penyelenggaraan TEI yang sampai kini dilangsungkan sebanyak 33 kali hingga tahun ini. Ia pun menyampaikan ekspor januari-september 2018 berada 122 miliar USD. Nilai tersebut tumbuh 9,2 persen dikomparasikan 2017 yang lalu.

“Angka seperti ini harus tahu, dengan kata lain semakin bertambah tahun ekspor anda lebih baik. Pemerintah terus mendorong, saya belum belum tahu insentif apa yang dapat diberikan sampai-sampai pabrik, dunia usaha, industri seluruh terdorong masuk ke pasar ekspor,” tandasnya.

TEI 2018 kali ini menduduki Iahan pameran seluas 15.456 m2 yang lumayan menampung 1.151 perusahaan nasional peserta pameran. Peserta pameran adalah produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa terbaik dari Indonesia, mulai dari produk manufaktur, pertambangan, industri strategis, sampai kerajinan.
Guna memudahkan buyer mencari produk yang diminati, lokasi TEI 2018 dipecah ke dalam tujuh zonasi,yakni Pangan Nusa di Hall 1 dan 10, produk gaya hidup dan kerajinan di Hall 2, furnitur di Hall 3, produk-produk kreatif dan jasa di Hall 3A, produk-produk manufaktur di Hall 5 den 6, produk-produk makanan dan minuman di Hall 7 dan 8, serta produk-produk unggulan daerah di Hall 9.

Sebanyak 300 produk dan jasa bakal dipamerkan dalam delapan zona. Seperti kuliner nusantara, produk kerajinan tangan dan gaya hidup, perabotan, produk dan layanan kreatif, produk manufaktur, produk industri strategis, produk makanan dan minuman, serta produk unggulan lokal.

Sebelumnya diketahui, transaksi TEI pada 11-15 Oktober 2017 lalu membukukan transaksi senilai USD 1,41 miliar atau tembus Rp 18,7 triliun. Jumlah total transaksi ini bertambah sebesar 37,36 persen dikomparasikan hasil transaksi pada TEI 2016, yang terdaftar sebesar USD 1,02 miliar.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *