LOADING

Type to search

Health and Beauty News

Dampak Plastik Kemasan Terhadap Kelestarian Lingkungan

SerpongMania September 5, 2018
Share

Serpongku.com – Info Serpong dan Sekitarnya – Dampak Plastik Terhadap Kelestarian Lingkungan – Plastik adalah bahan polimer sintetis yang memiliki tidak sedikit jenis-jenis berdasarkan sifat fisik, mekanis, dan kimia. Plastik mempunyai sifat isolator, yakni penghantar panas yang buruk atau bahan yang susah untuk melakukan perpindahan muatan listrik. Dalam keseharian, plastik paling sering dipakai sebagai keperluan pokok.

Bahkan, tanpa plastik anda akan susah menjalani keperluan sehari-hari. Dapat anda ambil contoh, plastik sering dipakai sebagai kantong belanja, bungkus makanan atau minuman, dan lain-lain. Namun, di balik tersebut semua tidak seluruh plastik bersikap ramah dengan lingkungan. Itu kenapa pemerintah sempat memberi batas pemakaian plastik.

Plastik pada lazimnya mempunyai material yang susah diuraikan oleh tanah. Sampah plastik bakal terurai dalam waktu 10-12 tahun, sementara botol plastik perlu waktu 20 tahun sebab polimernya lebih rumit dan lebih tebal. Bahkan sejumlah penelitian lainnya mengungapkan perlu waktu ratusan tahun guna menguraikan plastik.

Jika tidak dipedulikan pemakaian plastik terus-menerus akan mengakibatkan gunungan sampah yang menumpuk. Hal tersebut pasti saja akan mengakibatkan banjir. Lalu apa saja akibat yang terjadi dengan lingkungan?

dampak plastik - Dampak Plastik Kemasan Terhadap Kelestarian Lingkungan

Photo Source: edition.cnn.com

Dampak Plastik Pada Lingkungan

Penggunaan plastik memang paling erat kaitannya dengan keperluan kita sehari-hari. Namun, sayangnya pemakaian yang berlebihan akan mengakibatkan terganggunya ekosistem lingkungan. Segalanya menjadi rusak, mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Berikut akibat negatif plastik yang bisa mengganggu lingkungan:

Tercemarnya Air dan Tanah

Dampak Plastik Pada Lingkungan yang pertama Tercemarnya Air dan Tanah. Plastik yang tidak dipakai akan dibuang ke berbagai tempat, seperti tanah atau perairan (laut). Kedua lokasi tersebut dapat berdampak fatal untuk perkembangan ekosistem makhluk hidup. Misalnya air, belum lama ini sempat beredar kabar jika perairan laut Indonesia dipenuhi oleh sampah plastik.

Titik yang sangat menyedihkan ialah beberapa biota laut terjebak dalam sampah plastik tersebut. Sebagian dari mereka tidak sengaja mengonsumsi plastik. Sebagian lagi plastik itu bersarang atau menyelimuti tubuh mereka. Akhirnya mereka terjebak dan memerlukan pertolongan kita untuk bebas dari dekapan plastik.

Tidak jauh berbeda dengan tanah. Sampah plastik yang didekam di dalam tanah bakal meracuni perkembangan tanaman, sampai-sampai dapat membuat layu bahkan kematian perkembangan. Zat kimia pada plastik pun dapat merusak tanah yang mengakibatkan tidak subur. Sama halnya dengan biota laut, fauna darat pun pun sangat terganggu dengan hadirnya plastik.

Baik fauna maupun tanaman tidak mengerti betapa berbahayanya plastik bagi kesehatan mereka. Racun dalam plastik berpotensi untuk membunuh hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing.

Mengganggu Penyerapan Air

Dampak Plastik Pada Lingkungan yang kedua itu Mengganggu Penyerapan Air. Plastik adalah benda padat yang susah untuk diuraikan secara alami. Alhasil, plastik yang dilemparkan sembarangan dapat mengakibatkan penyumbatan air. Hal itu dapat mengganggu penyerapan atau jalannya jalur air ke saluran. Jika telah tersumbat, akan mengakibatkan banjir. Timbulnya banjir pun akan mengakibatkan datangnya penyakit.

Dapat Mengakibatkan Polusi Udara

Dampak Plastik Pada Lingkungan selanjutnya mengakibatkan Polusi Udara. Sampah plastik yang dibakar akan mengakibatkan pencemaran udara. Asap yang berasal dari pembakaran plastik terdapat zat dioksin. Apabila tercium dapat menyebabkan sekian banyak gangguan kesehatan seperti, sistem pernapasan, kanker, pembengkakan hati, dan gangguan sistem saraf.

Kualitas Air Memburuk

Dampak Plastik Pada Lingkungan membuat Kualitas Air Memburuk. Sampah plastik yang berujung ke perairan tidak hanya menyumbat, tetapi juga memengaruhi kualitas air. Air yang telah terkena sampah plastik dapat dijamin terkontaminasi oleh racun atau zat kimia yang terkandung. Hal ini pasti akan membahayakan bagi kesehatan makhluk hidup, khususnya manusia.

 

Apa kamu mau jika dibiarkan terus-menerus seperti ini? Yuk mulai kini lebih bijaklah dalam pemakaian plastik. Jika tidak bisa dihentikan, kawan Serpong bisa mengurangi pemakaian sedikit demi sedikit.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *